Selamat Datang Para Alumni SMU P@nbat T.A - 03 and Visitor....
Selamat Menikmati seluruh fasilitas yang tersedia di blogger ini..
Menu Blog
myspace layouts

myspace comments

Saturday, 29 November 2008

Dua Pilihan ( Hal Terlupakan Dari Kita)

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat,ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:

'Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini
berlangsung dalam diri anakku? '

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.

Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:
Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,"Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?" Aku tahubahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti'

Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.

Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.

Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka? Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.

Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.

Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapalangkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.

Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.

Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.

Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!"

Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.

Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay"

Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!".

Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.

Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia.

Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.


Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.


Alumni Mengucapkan Terima Kasih
Kepada,
http://irdy74.multiply.com

Dakwa Yang Mulai Tenggelam

Dalam perjalanan menuju ketempat kerja, untuk memecah keheningan, sang sopir angkot memutar kaset lagu Rhoma Irama. Lumayan untuk mengisi waktu dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 45 menit.

Tiba-tiba saya jadi teringat akan perjuangan dakwah H. Rhoma Irama melalui lagi dangdutnya. Betapa gigihnya Beliau berjuang untuk menegakkan amar ma`ruf dan mencegah nahi munkar.

Namun kini, seakan gemanya padam sudah, dan yang cukup membuat saya bersedih adalah, ada acara humor di TV yang seakan-akan memperolok Beliau dengan muka dan dandanan yang dibuat mirip. Dan juga menyanyikan lagu Beliau dengan berbagai pelesetannya. Walaupun saya tersenyum dengan tingkah polahnya, namun hati saya menangis, betapa pejuang dakwah dijadikan bahan lelucon.

Dan kebalikannya terjadi, dimana Inul sang tokoh yang berusaha keras dicegah kemungkarannya oleh Beliau. Di acara TV Inul dibela habis-habisan. Inul dianggap pejuang kebebasan ber-ekspresi. Dan juga mungkin dianggap pejuang wanita. Inul begitu dipuja. Ah ...kembali hati saya menangis, kenapa kemungkaran kini begitu berkuasa. Dan kebenaran mulai padam.

Begitu pula yang terjadi dengan A`a Gym dengan ceramah-ceramahnya yang begitu dalam memberikan pencerahan agama. Dulu, setiap yang mendengarkan ceramah Beliau bisa meneteskan airma mata. Dan yang hadir bisa mencapai puluhan ribu umat.

Namun kini seakan cahaya itu padam hanya karena sesuatu yang dianggap salah oleh sebagian orang. Beliau begitu banyak kini yang mencaci dan menghina. Dan bahkan ada pula tokoh humor yang berusaha meniru dandanan dan cara dakwahnya. Namun dengan niat yang berbeda, apalagi kalau tidak memperolok-oloknya supaya penonton tertawa. Sungguh ...miris saya melihatnya.

Dan kini film-film barat begitu banyak diminati anak-anaknya muda. Sudah tentu mereka banyak yang tidakpunya filter yang kuat untuk menyaring dampak negatifnya. Saya begitu kaget, ketika seorang teman berkata, setelah ia menonton film barat: "Ternyata setelah diadkan penelitian menonton film porno bisa menyehatkan badan". Wah..sungguh hebat para pembuat film barat itu ya...bisa membelokkan pola pikir anak muda. Bahwa yang tadinya begitu dilarang sekarang bisa dibuat seakan-akan halal untuk dinikmati.

Apa jadinya negara kita kedepannya nanti ... kalau kemaksiatan makin menjadi-jadi, dan para pendakwahnya sudah surut diterkam keberingasan zaman.

Bukti bahwa Kematian tidak bisa Ditunda

Allah berfirman :

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh......." [An-Nisa:78]

"Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [Al Jumu'ah:8].

Kejadian ini baru saja terjadi pada kakak dari Baby Siter saya.

Pak Herman anggaplah demikian namanya, berencana untuk pergi ke Mamuju untuk suatu keperluan dan ditemani oleh 2 orang tetangganya. Menjelang keberangkatan tiba-tiba saja anak pak Herman, anggap saja namanya Nina berumur 12 tahun, ingin ikut, padahal sebelumnya tidak ada keinginan dari Nina untuk ikut orang tuanya.

Karena Nina terus mendesak ingin ikut, akhirnya pak Herman mengajak serta anaknya ikut dalam perjalanan tersebut. Mereka menumpang Bus yang menuju ke Mamuju. Nina duduk persis dibelakang sopir. Dan Pak Herman duduk pada kursi nomer dua persis di belakang Nina. Entah kenapa pak Herman merasa kepanasan. Akhirnya dia pindah tempat duduk mundur kebelakang ke barisan bangku nomer 6 dari depan.

Karena jalan lurus Bus melaju dengan kencang, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Truck dengan kecepatan tinggi pula. Akhirnya tabrakan tak terhindarkan lagi, dan bagian depan bus hancur berantakan.

Nina terluka parah dan tak sadarkan diri, sementara pak Herman hanya luka ringan, karena bus bagian tengah tidak begitu terkena hantaman keras akibat tabrakan tersebut.

Mereka berusaha menyelamatkan Nina dengan membawanya ke Rumah Sakit di Mamaju. Namun pendarahan di otak sudah parah dan pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya pada pukul 3 dini hari Nina menghembuskan nafas terakhirnya.

Disini terlihahtlah jelas bagaimana skenario Allah dalam mengatur kematian hambanya. Nina yang tadinya tidak ingin ikut serta, tiba-tiba saja menjelang keberagkatan orangtuanya memaksa ingin ikut. Dan pak Herman yang jelas-jelas duduk pada posisi bangku nomer 2 yang apabila tetap disana dia akan mengalami nasib yang sama dengan anaknya. Namun karena umurnya belumlah sampai, Allah menggerakan hati pak Herman untuk pindah.

Dan benarlah Firman Allah :

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh......." [An-Nisa:78]

Berapa sih Gaji Ayah

Walau bagi sebagian orang kisah ini biasa, atau bahkan banyak yang sudah membaca. Namun bagi saya sangatlah berarti, karena mengingatkan akan si buah hati...yang selalu menantikan diriku dirumah.

"Ayah kenapa pulangnya koq lama?"

=============================


Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,
"Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?" Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.

"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya. "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi.

Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah". "Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis.

"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur.

Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?

Kalau mau beli mainan, besok kan bisa."

Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew "Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.

Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini". "lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

..Nice story...money is important but certainly not everything

Friday, 25 July 2008

Tips Mudah Merubah Direktori Windows

Anda bisa merubah lokasi direktori special di windows seperti direktori :

* My Documents
* My Pictures
* Temporary Internet Files
* Favorites

Caranya sebagai berikut :

* Masuk ke Registry Editor dengan cara klik Start | Run kemudian ketik regedit
* Arahkan ke HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\User Shell Folders
* Di window sebelah kanan jendela Registry Editor terdapat banyak nama key beserta tipe dan datanya.
* Dobel klik key yang ingin anda rubah direktorinya.
* Setelah muncul kotak dialog Edit String, isi dengan path ke direktori yang anda inginkan pada kotak edit Value Data.