Selamat Datang Para Alumni SMU P@nbat T.A - 03 and Visitor....
Selamat Menikmati seluruh fasilitas yang tersedia di blogger ini..
Menu Blog
myspace layouts

myspace comments

Saturday, 29 November 2008

Pentingnya Wudhu Sebelum Tidur & Sholat Shubuh

Pentingnya Wudhu Sebelum Tidur & Solat Subuh
Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs
Lefke, Siprus Tanggal 11 Januari 2008

Bismillah hirRohman nirRohim

Wahai kaum Muslim, wahai orang-orang beriman! Hari Ini adalah tahun baru 1429 H, yang Allah SWT memberkahi kita dengannya. Inilah tahun yang mengingatkan kita bagaimana Nabi Muhammad Sallallahu alayhi wasalam melakukan migrasi hijrah dari Mekkah ke Madinah ditemani oleh Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq ra. Tahun ini adalah tahun dimana Sayyidina Ali ra tidur di atas dipan Nabi SAW ketika musuh-musuh beliau, ketika Abu Jahal dan pengikutnya datang untuk membunuh Nabi SAW. Dia mengorbankan dirinya sendiri. Hal itu mengingatkan kita tentang mengorbankan diri demi kehormatan Sayyidina Muhammad SAW dan demi kehormatan Islam.

Wahai kaum Muslim, musuh yang menentang kita selalu mencari-cari esempatan dimana kita lengah untuk menyerang ego kita. Dan seorang yang bekerja dengan setan, egonya akan lebih kuat dan seorang yang bekerja dengan Nabi SAW dan dengan gurunya agar berada didepan pintu Allah SWT dalam Hadirat Ilahiah adalah orang yang selamat.

Dikatakan dalam bahasa Arab, “man `alamanee harfan sirta lahu `abdan” - Siapa yang mengajariku satu huruf; aku akan menjadi seorang pelayan baginya. Bayangkan, Sahabat ra mereka duduk dihadapan Nabi SAW dan mereka belajar dari beliau saw, mereka semua menjadi pelayan Sayyidina Muhammad SAW. Mereka menjadi bagai bintang-bintang sebagaimana Nabi SAW sabdakan ,“Ashabee kan-nujoom bi ayihim aqtadaytum ahtadaytum” – “Sahabat-Ku bagaikan bintang-bintang yang akan membimbingmu. Dan pewaris para Sahabat saat ini adalah Awliya Allah ( Wali Allah ) yang telah Allah SWT letakkan dibawa Kubah-Nya, Nabi SAW pernah berkata, dari hadist suci “Awliyaee tahta qibaabee, la y`alamahum ghayree” “Wali-wali-Ku ada di bawah kubah-Ku*, tidak seorangpun selain Aku yang mengetahui mereka.

Artinya Allah SWT telah memberikan tiap wali sebuah kubah dimana dia dapat menyembunyikan dirinya dibawah naungan kubah itu. Dan Nabi SAW bersabda dalam hadist suci, “man adhaa lee waliyan faqad adhantahu bil-harb - Barang siapa yang menentang satu awliya-Ku, Aku mendeklarasikan perang terhadapnya. Bagaimana kita menentang seorang wali? Bagaimana kita menyerang seorang wali? Meskipun wali diberikan kepada kita, mengajari, mendukung kita, bagaimana kita mengijinkan diri kita menyerang seorang wali adalah sangat mudah dengan mendengarkan ego kita dan tidak mendengarkan Syaikh kita. Itulah masalahnya.

Kini, masalah kita adalah ego kita keluar terlebih dulu lalu yang kedua baru Syaikh yang keluar. Manfaat kita datang, keuntungan datang lebih dulu kemudian baru Syaikh. Itulah mengapa Nabi SAW telah menyebutkan dalam sebuah hadist bahwa: Berhati-hatilah, jangan menjadi malas. Dan mereka menjawab: Ya Rasul Allah, bagaimana kita akan menjadi malas? Dan beliau berkata: Sangat sederhana menjadi malas." Dan aku akan mengucapkan hadist, hadist ini ada dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim (dinarasikan oleh Abu Huraira RA) bahwa Nabi SAW bersabda..

Ketika seseorang pergi tidur, Setan segera datang dan membuat tiga ikatan, tiga hijab pada orang itu. Segera ketika dia pergi tidur. Itulah mengapa dianjurkan berwudhu sebelum tidur, karena Setan tidak akan datang. Begitu banyak manusia saat ini, mereka tidur tanpa berwudhu. Mereka tidur tanpa shalat 2 rakaat. Kita semua mempunyai masalah ini meskipun syuyukh kita mengajarkan: jangan tidur tanpa berwudhu. Sehingga Nabi SAW bersabda: setan datang dan membuat 3 buah ikatan kepada semua orang, meletakkannya dikepalamu, dikepala orang-orang dan berkata: Oh ini malam yang panjang, tidurlah, jangan ganggu dirimu. Kau habiskan waktu hingga pukul 12 malam, 1 pagi menonton televisi, melihat hal-hal yang tidak penting bagimu, sebaliknya tidur lebih cepat setelah shalat Isya selama satu atau 2 jam kamudian tidurlah.

Setan berkata: malammu yang panjang, jangan kuatir tentang itu. Karena dia tidak ingin kau bangun untuk ibadah Fajr dan apa yang Nabi SAW katakan: segera ketika kau bangun dan tidak mendengarkan Setan, kau terjaga dimalam hari lekaslah sebut nama Allah, ucapkan: “asy-hadu an laa ilaa ha ilallah wa asy-hadu anna Muhammadur rasulullah atau ucapkan Allah..Allah, atau ucapkan apapun yang kau mau, bershalawat kepada Nabi SAW.” Allahumma sholli alaa muhammadin wa alaa ali muhammadin wa salim”.

Beliau berkata segera kau bangun, bukalah matamu, segera sebutkan ama-nama Allah, atau nama-nama Nabi SAW, atau nama Syaikhmu karena Nabi SAW pernah berkata: Dengan menyebutkan nama orang yang shaleh, wali, hamba yang tulus, Rahmah akan datang. Jadi sebutkan nama siapa saja, satu dari ikatan ini akan segera terlepas, maka tersisa 2 buah ikatan.

Jika setelah bangun orang itu segera menyebutkan nama Allah, satu ikatan akan lepas, kemudian dia berwudhu maka ikayan kedua akan terlepas, hijab kedua, 2 buah kesulitan akan disingkirkan. Jika dia shalat, seluruh ikatan akan terlepas. Dia akan menjadi kuat, berenergi setelah melaksanakan shalat wudhu 2 rakaat, seluruh hijabnya akan disingkirkan, seluruh kesulitannya akan disingkirkan dan dia akan mampu, dia akan menemukan energi dalam dirinya dan nafasnya akan menjadi segar. Itulah yang Allah sukai, yang para malaikat sukai. Mereka datang
untuk mengambil hasanat ke Hadirat Ilahiah.

Jika dia tidak melakukannya, apa yang Nabi SAW katakan? Jika kau tidak melakukannya, jika kau tidak bangun, jika kau tidak menyebut nama Allah, jika kau tidak berwudhu, jika kau tidak shalat, apa yang terjadi kepadamu? Dia akan menjadi manusia dengan ego yang paling kotor. Dirinya akan menjadi sangat kotor, malas, tidak mampu melakukan apa-apa seharian dan itulah mengapa selama sehari orang berkata kepada Mawlana Syaikh, kepada Syuyukh kita dan berkata: Oh Mawlana, kami mepunyai masalah ini; oh Mawlana kami mempunyai kesulitan-kesulitan ini; oh Mawlana..dan berbagai kesulitan dan keluhan lainnya.

Perhatikan apa yang telah kau lakukan dimalam hari. Apakah kau bangun? Apakah kau melakukan shalat tahajjud? Apakah kau melakukan salatun Najat? Apakah kau melakukan Salatu Tasbih? Apakah kau beribadah Fajr pada waktunya? Tidak! Jadi apa yang terjadi pada kami? Kami menghadapi masalah seharian. Dan aku akan menguti hadist lain; Sayyidina Abu Huraira RA berkata bahwa Nabi SAW berkata: waktu terbaik berpuasa setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharram. Bulan dimana kita berada sekarang. Nabi SAW menganjurkan untuk berpuasa dihari-hari ini.

Ketika beliau memasuki Madinah, beliau melihat orang Yahudi sedang berpuasa pada 10 Muharram dan beliau bertanya, "Mengapa Yahudi berpuasa di hari itu?" dan mereka menjawab, "karena dihari tersebut Allah menyelamatkan Sayyidina Musa as dari Fir'aun." Beliau berkata: "Kita lebih berhak terhadap Sayyidina Musa as dibandingkan mereka," dan itulah mengapa beliau berpuasa tanggal 10 Muharram dan beliau berkata "jika Allah SWT menganugerahiku tahun kedua, aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10," atau dalam beberapa hadist mereka menceritakan 10 dan 11.

Dan beliau berkata shalat terbaik setelah shalat wajib, yaitu 5 shalat wajib adalah shalat dimalam hari ketika semua orang sedang tidur, ketika semua orang mendengarkan Setan dan kau berdiri dalam Hadirat Ilahiah, mendengarkan Allah SWT dan berdo'a bagi-Nya. Diceritakan bahwa sang Nabi SAW berkata: afshoo as-salaam: Wahai manusia, wahai kalian! Salinglah mengucap salaam, jangan memelihara kebencian dalam hati. Jika melihat musuhmu, kau ucapkan salaam tidak masalah. Jika melihat seseorang yang kau tidak bicara dengannya, kau ucapkan salaam kepadanya. Itu sebuah perintah! Nabi memerintahkan kita: ucapkan “salaam”, berikan makan dan bermurah hatilah. Jangan jadikan makanan dimejamu untuk dirimu sendiri, istri dan anak-anakmu. Undang orang lain; biarkan meja makanmu ada dari Timur ke Barat. Jadi bukalah pintu rumahmu, Allah akan memberikan lebih banyak! Allah SWT menyukai orang yang dermawan dan kita berada didalam rumah orang yang dermawan. Kita harus berdo'a bagi rumah tersebut, kita harus berdo'a bagi kepala keluarga dari rumah itu; kita harus berdo'a semoga Allah memberinya umur panjang, Insya Allah.

Dan shalat dimalam hari. Jangan isi malammu dengan tidur sepanjang malam. Shalatlah dimalam hari, ketika orang lain sedang tidur. Kau akan memasuki Surga dengan damai dan kau akan masuk Surga karena Allah SWT ridho kepadamu dan Nabi SAW ridho kepadamu dan aku akan menutupnya dengan ucapan Ibn Mas'ud RA. Dan hadist ini juga ada dalam Bukhari dan Muslim, yaitu: Mereka menceritakan kepada Nabi SAW bahwa seorang laki-laki tidur sepanjang malam hingga dia tidak melaksanakan shalat Subuh. Dia bangun ketika matahari sudah tinggi. Apa yang kau harapkan Nabi SAW katakan? Apa yang kau harapkan Nabi SAW katakan? Ini sangat penting! Beliau berkata, "Inilah orang yang Setan telah mengencingi telinganya." Setan kencing dalam telinganya. "Orang itu kotor, seluruh harinya kotor!"

Wahai kaum Muslim, jangan kita mengotori hari kita. Kita harus mendengarkan dan berharap bahwa Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk mendengarkan Shuyukh kita, guru-guru kita karena seperti yang aku katakan sebelumnya, seorang yang mengajariku satu huruf, ini disebutkan dalam bahasa Arab, aku menjadi seorang pelayan dan budak bagi orang itu. Semoga Allah SWT
memelihara kita menjadi pelayan di ambang pintu Syaikh kita. Aquulu qawli hadzaâ

Wa min Allah at Tawfiq

Wasalam, arief hamdani
www.mevlanasufi.blogspot.com
www.ariefdani.multiply.com

Pengertian Cinta Menurut Al'quran

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah..yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

posted by : Mubarok institute

Yunus AS - DUa Puluh Tahun Menanam benih

Yunus AS meninggalkan ayahnya dengan perasaan sedih, ia tahu dalam hatinya bahwa mereka tidak akan bertemu lagi di dunia ini. Ia bergabung dengan sebuah karavan menuju Niniveh. Yunus AS adalah seorang yang murni dan lugu. Ia tidak cocok dengan para perampok yang menunggunya di sepanjang jalan. Dalam waktu singkat ia telah kehilangan seluruh barang miliknya. Ia memasuki Niniveh hanya dengan berbekal beberapa koin di sakunya. Yunus AS menemukan dirinya berada di daerah pinggiran kota di mana sebagian besar penduduknya bekerja dengan tanah liat. Seseorang yang berbicara dengan bahasa yang dimengertinya membawanya menghadap ke seorang tua, ia adalah pembuat tembikar khusus untuk raja. Orang tua ini sedang mencari seseorang untuk diajari membuat tembikar. Tak satu pun anak-anaknya yang tertarik. Yunus AS bersedia menjadi murid ahli pembuat tembikar ini.

Setelah beberapa saat orang tua itu menjadi sakit. Ia tahu bahwa ia tengah sekarat. Ia memperkenalkan Yunus AS, yang sekarang telah menjadi seorang pembuat tembikar terlatih, kepada raja dan mengatakan bahwa ia adalah penerusnya. Raja menyukai Yunus AS dan setelah ia mengeceknya, ia pun mempercayainya. Ia memberikan sebuah tempat di dekat istana dan mereka pun menjadi sahabat. Yunus AS membuat benda-benda yang sangat indah untuk raja, berbeda dengan yang lain, mereka belum pernah melihat karya-karya seperti itu sebelumnya. Di Niniveh semua objek didekorasi dengan wajah-wajah jin yang menyeramkan dan monster yang sedang marah. Hal itu membuat takut orang-orang yang melihatnya. Yunus AS membuat karya-karya yang indah yang penuh dengan keramahan alam. Yunus AS mempelajari bahasa Assyria dan menetap di sana. Ia tidak pernah berbicara tentang agama karena orang-orang Assyria merupakan para penyembah berhala dan mereka tidak mempunyai kesabaran terhadap Tuhan yang tidak dapat
mereka lihat dan mereka sentuh.

Setelah beberapa saat Yunus AS mendengar kematian ayahnya dan ia menjadi rindu untuk pulang ke kampung halaman, mengunjungi keluarganya. Ia meminta izin pada raja untuk pulang. Raja sebenarnya agak enggan untuk menyetujuinya. Sesuatu memperingatkan kepada Yunus AS bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan desanya. Yunus AS menasihati para penumpang karavan untuk tidak memasuki desa itu. Tetapi mereka kelaparan dan mereka pun tetap masuk. Yunus AS menunggu tetapi tak satu pun dari mereka yang kembali. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya sendirian. Beberapa saat kemudian ia bertemu dengan satu batalion tentara yang menuju desa itu. Yunus AS memperingatkan mereka bahwa ada wabah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, yang dapat menewaskan korbannya dengan cepat di desa itu. Para tentara itu berterima kasih kepadanya. Yunus AS meminta mereka untuk menyalami raja untuknya dan mereka melanjutkan perjalanan dengan arah yang berbeda.

Malam itu Yunus AS mempunyai mimpi yang menyeramkan. Ia melihat ayahnya, seolah-olah ia tidak pernah melihatnya selama hidupnya. Ayahnya sangat marah. Ia berteriak pada anaknya, "Mengapa engkau meninggalkan Niniveh? Engkau dikirim ke sana oleh Allah SWT. Izin-Nya-lah yang engkau butuhkan untuk pergi, bukan izin dari raja. Dan Allah SWT tidak memberimu izin. Cepat kembali dan berusahalah untuk lebih sabar."

Yunus AS melihat ke sekeliling dan akhirnya ia kembali ke Niniveh. Ia melihat seberkas cahaya dari langit turun mendatanginya. Semakin dekat ia semakin besar sampai ia mengenali bahwa itu adalah Malaikat Jibril AS. Ia memberitahu Yunus AS bahwa Allah SWT telah memilihnya menjadi nabi-Nya dan bahwa para pengikutnya dan pekerjaannya terletak di Niniveh.

Dalam perjalanan pulang, Yunus AS merasa dirinya diperlakukan sebagai seorang pahlawan. Semua orang menganggapnya telah mencegah masuknya wabah penyakit ke negeri itu. Yunus AS mulai bicara kepada mereka tentang Allah SWT. Raja berpikir bahwa Yunus AS sudah menjadi gila karena terkena wabah penyakit itu. Para penduduk Niniveh menertawainya tetapi mereka tidak menyakitinya karena ia telah menyelamatkan negeri itu. Selama dua puluh tahun Yunus AS berbicara tentang Allah SWT kepada penduduk Assyria, tentang Sang Pencipta mereka, Yang menguasai alam nyata dan gaib. Tak satu pun penduduk yang percaya. Yunus AS seringkali merasa putus asa, tetapi Jibril AS datang memberinya semangat. Itu semua adalah rencana Allah SWT.

Suatu hari Jibril AS datang dan mengatakan kepada Yunus AS bahwa akhir sudah dekat. Ia harus pergi menemui raja dan mengatakan kepadanya bahwa kota ini mempunyai waktu empat puluh hari untuk percaya kepada Allah SWT atau Allah SWT akan mengirimkan kehancuran kepada mereka. Raja menjadi marah dan mengancam Yunus AS. Tetapi tidak ada orang yang kelihatannya memberi Yunus AS pikiran kedua.

Empat puluh hari telah berlalu dan di pagi hari dari hari keempat puluh Yunus AS tidak tahan lagi, "Aku pergi, tinggalkan orang-orang ini menerima hukuman mereka," ia berteriak. Ia lalu menaiki kapal, pergi meninggalkan Niniveh menuju laut lepas di mana ia dapat melihat lumba-lumba yang dicintainya. Kapal baru saja mengibarkan layar ketika angin kencang berhembus yang mengakibatkan kapal terlempar ke setiap penjuru. Seekor ikan raksasa muncul dari dalam laut seolah-olah akan menghancurkan kapal itu. Yunus AS tahu bahwa badai itu dikirim untuk menghukum para penduduk Niniveh tetapi ikan itu dikirimkan untuknya. Sekali lagi Yunus AS meninggalkan Niniveh tanpa seizin Tuhannya. Ia telah kehilangan kesabaran dan kasih sayang kepada umatnya. Para pelaut lalu melemparkan Yunus AS ke laut dan mereka melihat ikan raksasa itu menelannya. Kapal lalu berlayar dengan selamat dan badai itu terus melaju menuju Niniveh.

Sekarang ikan itu berada di bawah perintah Allah SWT untuk menelan Yunus AS, tetapi ia tidak diizinkan untuk memakannya. Yunus AS diperintahkan untuk berkhalwat di dalam perut ikan itu. Selama empat puluh hari berada di dalam kegelapan perut ikan itu, di kedalaman laut yang hitam, di bawah langit yang tak bermatahari, Yunus AS berdoa memohon ampun. Ia mengucapkan kalimat zikir, "La ilaha illa Anta, subhanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin." 'Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.' [21:87]. Pada akhirnya Allah SWT mengampuninya.

Sementara itu awan badai datang menghampiri Niniveh dan sebuah mukjizat terjadi. Selama dua puluh tahun Yunus AS menanam benih dan dalam waktu sekejap, kini mereka mulai tumbuh. Raja Niniveh dan para penduduknya melihat awan gelap itu dan mereka mulai percaya. Mereka berdoa kepada Allah SWT untuk menyelamatkan mereka dari kehancuran. Tetapi tentu saja mereka tidak tahu bagaimana cara berdoa atau apa yang harus diucapkan, sementara Yunus AS, nabi mereka, kini entah di mana. Tetapi awan gelap itu melewati kota, matahari muncul kembali dan tak ada yang hancur kecuali berhala-berhala mereka yang hancur berkeping-keping di kuil mereka.

Yunus AS melengkapi khalwatnya selama empat puluh hari di perut ikan dan kemudian ia dimuntahkan di tepi pantai dalam keadaan telanjang dan kedinginan. Kulitnya berkerut dan melunak karena terlalu lama terkena air dan panas matahari membakarnya. Kemudian Allah SWT menjadikan sejenis pohon tumbuh dengan daun yang besar untuk menutupi Yunus AS dan untuk menaunginya. Seorang penggembala yang tinggal di dekat situ memberinya makanan dan air dan menceritakan bahwa Niniveh selamat dari kehancuran. Yunus AS menjadi geram dengan kabar itu. Kemudian Allah SWT memerintahkan (alam) agar pohon tadi mengering dan mati. Yunus sedih kehilangan pohonnya. Kemudian Allah SWT menegurnya karena ia lebih memedulikan pohon itu dibandingkan dengan sebuah kota yang penuh dengan makhluk Allah SWT paling sempurna, yaitu manusia. Lagi-lagi Yunus AS memohon ampun kepada Tuhannya.

Dengan bantuan penggembala itu, yang akhirnya menjadi orang kepercayaannya, Yunus AS menempuh perjalalan kembali ke Niniveh. Di sana ia menemukan raja dan para penduduk kini telah terbuka hati mereka terhadap ajarannya. Ia mengajarkan mereka untuk beribadah dan memperkenalkan mereka tentang Hukum Allah SWT. Mereka membangun masjid-masjid (rumah-rumah tempat bersujud kepada Allah) di mana berhala-berhala dulunya berada, dan mereka menyembah Tuhan Yang Mahaesa yang telah menciptakan mereka dan mengampuni mereka.

Yunus AS menikah dan mempunyai anak-anak. Ia adalah salah satu dari dua orang nabi yang mendapat kebahagiaan melihat kaumnya berubah menjadi orang-orang yang beriman. Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang satunya. Yunus AS wafat dan dimakamkan di tempat di mana ia hidup.

Kelihatannya aneh bahwa Yunus AS yang merupakan seorang nabi beberapa kali melakukan perbuatan yang tidak disukai oleh Tuhannya. Dikatakan bahwa dengan Kehendak Allah SWT, setiap nabi paling sedikit pernah membuat satu kesalahan sepanjang hidupnya, kecuali nabi terakhir, Muhammad Mustafa SAW, yang diciptakan sebagai satu-satunya manusia yang sempurna.

Semoga Allah SWT memberkati Yunus AS dan memberinya kedamaian.

Sumber:
My Little Lore of Light (Hajjah Amina Adil, Editor Karima Sperling)

(Terusan posting dari Bapak AbdurRauf, Jakarta Pusat)


---------------------------------


PH PRO
Publi

Kaya Akan Hati

Seorang janda tua pernah mengundang salah satu Ustadz untuk selamatan di rumahnya. Perempuan yang sudah nenek-nenek itu saya tahu mata pencahariannya hanya berdagang kue keliling kampung yang hasilnya tidak seberapa. Ia hidup sendirian di Jakarta, tanpa sanak keluarga. Dan ia tinggal di emperan rumah oang lain atas kebaikan hati si tuan rumah. Hari itu, selepas salat Jum'at ia ingin mengadakan syukuran.Saya pun segera datang tepat pada waktunya. Tidak berapa lama kemudian datang pula ketua RT, imam masjid, dan seorang merbotnya. Disusul dengan kehadiran si tuan rumah yang selama bertahun-tahun memberikan emperan rumahnya untuk ditempati.

Sudah setengah jam ustadz menunggu yang lainnya tidak ada yang datang lagi. Jadi ustadz tersebut tanya, "Masih ada yang ditunggu Nek?"Nenek itu menggeleng, "Tidak ada, Ustaz. Yang saya undang hanya lima orang, termasuk Ustaz. Maklum, tempatnya sempit."

Ustadz tersentuh. Orang kecil ini masih juga ingin mengadakan syukuran kepada Allah dalam ketidakberdayaannya, sementara banyak orang lain yang rumahnya besar-besar tidak pernah diinjak tetangganya untuk selamatan."Apa tujuan syukuran ini, Nek?" saya bertanya pula." Begini, Ustaz," jawab si nenek. "Saya bersyukur kepada Allah karena sejak bulan depan saya bisa mengontrak kamar ini, sebulan tiga ribu rupiah. Tadinya tuan rumah menolak, tidak mau menerima uang saya. Tapi akhirnya ia tidak keberatan, sehingga utang budi saya tidak terlalu berat."

Masya Allah. Alangkah mulianya hati nenek itu. Ia yang sebetulnya masih perlu disedekahi, tidak mau membebani orang lain tanpa imbalan. Dan alangkah mulianya pula si tuan rumah yang tidak mau mengecewakan hati seoang nenek yang ingin terbebas dari perasaan bergantung pada orang lain.

Sumber : Milist...

Meluruskan Niat

Alkisah seorang Guru yang mempunyai beberapa Murid dengan bermacam latar belakang, ada yang mantan Preman, seorang Akademisi, seorang Politisi, seorang Pengusaha, & seorang Santri . Kelima orang tersebut mempunyai tujuan yang sama, yakni ingin mencari Tuhan, mereka mempunyai keinginan yang sama meskipun latar belakangnya sama sekali berbeda. Tak terkecuali si Santri yang sebenarnya sudah tamat baca Al Quran berkali kali tetapi masih merasakan kekeringan jiwanya.

Suatu hari kelima murid tersebut mendatangi sang guru secara bersamaan, mereka menginginkan suatu amalan ataupun cara untuk mengenal Allah. Singkat cerita sang guru memberikan amalan kepada kelima murid tersebut dengan amalan yang berbeda-beda, ada yang Qulhu, Ayat Kursi, Al Fateha dsb, yang masing masing harus dilakukan setelah sholat lima waktu dan sholat tengah malam selama 40 hari.

Empat puluh hari pun berlalu, kelima murid kembali mendatangi sang guru untuk memberi kabar perkembangan spiritual mereka.

Sang Guru bertanya : "Wahai murid muridku, bisakah kalian menceritakan pengalaman yang kalian dapatkan setelah empat puluh hari ?"
Murid 1, dengan bangganya dia berkata : "Saya telah menemukan Tuhan, sekarang saya bisa menyembuhkan orang sakit, saya bisa mengobati orang hanya dengan segelas air".
Murid 2, juga tak mau kalah berkata : "Saya telah mengenal Tuhan, saat ini saya bisa melihat sesuatu yang akan terjadi (tahu sebelum kejadian)".
Murid 3, dengan tangkasnya juga menceritakan : "Saat berdzikir, tubuh saya bisa melayang layang, saya bisa pergi ke mana mana untuk melihat suatu tempat tanpa berpindah dari tempat duduk".
Murid 4 : "Usaha saya mengalami kemajuan pesat, order berdatangan, sampai harus menolak nolak order, rezeki saya berlimpah limpah".
Murid 5 : "Saya merasakan kebahagiaan yang sangat, kenikmatan, keheningan, adem ayem, tentram, mantheng….seakan-akan nggak mau ngapa-ngapain lagi…"
Mendengar penuturan murid muridnya sang Guru bertanya : "Apakah kalian sudah merasa mengenal Tuhan?"
Murid muridnya serentak menjawab : "…… Ya…!! Kami telah mengenalNya…".
Dengan sedikit menggoda Sang Guru pun kembali bertanya : "Jika suatu saat apa yang kalian semua alami itu tidak terjadi atau sebaliknya bagaimana ? Apakah kalian masih tetap merasa mengenal Tuhan ?"
Murid : "…!@#$$%%^^&&&***()!!!???????^%$^^^" ( mereka semua tidak bisa menjawab pertanyaan sang guru yang tidak disangka sangka itu, diam-diam ada rasa ketakutan kalau nggak bisa menyembuhkan orang lagi, nggak bisa melayang-layang lagi, rezekinya berkurang, dsb )
Dengan bijaksana sang guru memberi wejangan : "Tuhan itu seperti sangkaan hambanya, jika kalian merasa mengenal Tuhan sebatas yang kalian alami/rasakan saja maka Tuhan kalian hanya sebatas itu. Tetapi jika kalian memperluas sangkaan, maka akan lebih luas/besar lagi yang kalian dapatkan".
Sambil terbengong bengong sang murid memberanikan diri bertanya : "Maksud Guru bagaimana ?".
Sang Guru berkata : "Mulai saat ini, tinggalkan/letakkan pengalaman semua itu……" (murid muridnya semakin bingung, mereka berkata dalam hati, guru ini bagaimana sih, kita yang sudah mulai menemukan Tuhan & merasa enak kok malah disuruh berhenti / meletakkan semua itu.). "Kalian kembalilah ke sini bulan depan, gantilah dzikir yang telah kuberikan dahulu dengan menyebut Allah…Allah… Allah…amalkan apa yang telah kuberikan tetapi dengan satu syarat, sekali lagi tinggalkan pengalaman pengalaman kalian 40 hari kemarin".

Satu bulan pun telah berlalu, sang Guru kembali berkumpul dengan murid muridnya, seperti biasa sang guru memulai pembicaraan dengan menanyakan : Apa yang kalian dapatkan setelah satu bulan ?
Kali ini jawaban mereka tidak seheroik jawaban bulan kemarin, Sang Murid menjawab dengan rasa Tawadu'
Murid 1 menjawab : SUBHANALLAH….
Murid 2 menjawab : ALHAMDULILLAH
Murid 3 menjawab : ALLAHU AKBAR
Murid 4 menjawab : LAA ILA HA ILLALLAH
Murid 5 menjawab : LAA HAULA WALLA QUWATTA

HANYA SESINGKAT ITUKAH JAWABAN MEREKA ….????????
Sang Guru pun tersenyum mendengar jawaban murid muridnya karena dia telah berhasil menemani/menghantarkan murid-muridnya untuk menemui Tuhannya yang tidak dapat diwakili dengan Kata Kata, Kondisi ataupun Rasa. Karena mereka telah menemukan sumber kehidupan yang sama, tanpa mereka mengutarakan satu sama lain tetapi mereka sudah saling memahami. Mereka telah menjadi saksi.

Sumber : Milist ...

Hari Terbaik

"Apabila Allah menghendaki hamba-Nya menjadi baik, maka
dibuatnya paham terhadap agama, dibuatnya zuhud terhadap dunia,
dan dibuatnya menyadari aib-aibnya sendiri.
Ya Allah jadikan hari pertemuanku dengan Mu sebagai Hari terbaikku."
- Kang Din Muhammad Salahuddin al-Bandungi al-Hafizh Qur'an -

Bismillahir-Rahmaanir-Rahiim

Alhamdulillah, Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk senantiasa memberi petunjuk kepada kita melalui tanda-tanda kelahiran, pergerakan, pertumbuhan, perkembangan dan kematian di alam semesta, melalui sejarah perjalanan hidup dan peradaban manusia, melalui lisan para nabi, melalui kitab-kitab suci, dan melalui hati kita dalam setiap waktu. Karena DIA lah Yang Maha Pemberi Petunjuk di setiap saat dan di mana pun kita berada.

Namun belum semua dari hamba-hamba-Nya yang beriman dan saleh/ah dapat 'mendengar' dan 'membaca' nasihat-nasihat hikmah dan peringatan-peringatan-Nya yang turun melalui kalbunya masing-masing. Shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun {QS 2:118}

Bahkan ada sebagian yang tertutup hatinya, jangankan untuk mendengar dan membaca, untuk menerima nasihat-nasihat hikmah dan peringatan-peringatan-Nya saja hati mereka tidak dapat menerimanya. Hati mereka masih tertutup, belum terbuka. Waqaaluu quluubunaa ghulfun bal la'anahumullaahu bikufrihim faqaliilan maa yu'minuun {QS 2:88}

Nasihat-nasihat hikmah dan peringatan-peringatan-Nya yang turun melalui kalbu itu bukanlah wahyu seperti yang diterima para Nabi melainkan sebatas ilham-ilham baik dan suci. Ilham-ilham yang mencerahkan batin dan pikiran. Afalam yasiiruu fil-ardhi fatakuuna lahum quluubun ya'qiluuna bihaa aw aatsaanun yasma'uuna bihaa fa-innahaa laa ta'mal-abshaaru walaakin ta'malquluubullatii fish-shuduur {QS 22:46}

Ilham-ilham baik dan suci turun kepada hamba-hamba-Nya yang telah terbuka hatinya karena beriman dan terus berusaha untuk mendekatkan diri (qaraba) mereka kepada-Nya, melalui amal-amal saleh pribadi maupun sosial yang diamalkan dengan tulus dan terus menerus. Qul atuhaajjuunanaa fillaahi wahuwa rabbunaa warabbukum walanaa a'maalunaa walakum a'maalukum wanahnu lahu mukhlishuun {QS 2:139}

Semakin bersih hati seseorang dari niat tidak baik, dari keinginan-keinginan rendah hawa nafsu, dari rasa ujub, maupun dari perasaan merasa paling benar dan perasaan lebih baik dari orang lain maka semakin peka-lah ia secara spiritual untuk mendengar bisikan-bisikan halus dan melihat visi-visi ilham yang baik, suci dan mencerahkan itu. Wamaa anta bihaadil 'umyi 'an dhalaalatihim in tusmi'u illaa man yu'minu bi-aayaatinaa fahum muslimuun {QS 30:53}

Saat turunnya bisikan-bisikan dan visi-visi ilham yang baik, suci dan mencerahkan itu kadang disertai hembusan hawa lembut sepoi-sepoi lega menyejukkan terasa dalam dada. Kilasan-kilasan visi hikmah baik dari 'masa lalu', 'sekarang' maupun 'masa datang' dapat terlihat secara spiritual di 'sekitar' depan dahi di tengah-tengah antara kedua alis mata para hamba-Nya yang saleh/ah sekaligus peka secara spiritual. Kepekaan spiritual mereka berkembang seiring dengan derajat ketulusan mereka dalam beramal saleh lillaahi ta'aalaa. Afara-ayta mani ittakhadza ilaahahu hawaahu wa-adhallahullaahu 'alaa 'ilmin wakhatama 'alaa sam'ihi waqalbihi waja'ala 'alaa basharihi ghisyaawatan faman yahdiihi min ba'dillaahi afalaa tadzakkaruun {QS 45:23}

Bisikan-bisikan dan visi-visi ilham suci itu tidak membuat bagi yang menerima, mendengar dan melihatnya menjadi ujub tapi membuat diri mereka lebih tawakkal (berserah diri) dan tawadhu' (rendah hati). Mengapa? Karena bisikan-bisikan dan visi-visi ilahiah tersebut membuat bagi mereka yang menerima, mendengar dan melihatnya itu lebih paham terhadap agama, lebih zuhud terhadap dunia, dan menyadari aib-aib mereka sendiri. Sehingga membuat mereka semakin 'insyaf dan semakin memacu mereka untuk terus memperbaiki diri dengan berkata-kata yang baik dan berbuat hal-hal yang bermanfaat dunya-akhirat untuk diri mereka dan orang lain. Alam tara ilaalladziina yuzakkuuna anfusahum balillaahu yuzakkii man yasyaau walaa yuzhlamuuna fatiilaa {QS 4:49}

Benarlah apa yang disampaikan secara tersirat oleh Saudara sebayaku Kang DIN:
"Apabila Allah menghendaki hamba-Nya menjadi baik, maka dibuatnya paham terhadap agama, dibuatnya zuhud terhadap dunia, dan dibuatnya menyadari aib-aibnya sendiri." Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab {QS 3:8}

Ya Allah tambahkan Hidayah-Mu kepada kami, tambahkan Cinta Kasih Persaudaraan di antara kami dan jadikan pertemuan kami dengan Mu sebagai Hari Terbaik kami. Amien.

yos

(Terusan posting dari mas 'Yos' Wiyoso Hadi, Penulis Catatan Harian Membuka Hati)


--------------------------------------------------------------------------------


PH PRO
Publikasi & EO

Mencintai tanpa SYARAT ( True Story)

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu ,semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.........bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak ·dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah......tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.

"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"....

Sumber Milis ...